Senin, 19 Oktober 2009

tentang setitik air mata


Dan bila air mata keluar dari persembunyiannya

Hati manakah yang tak hanyut dalam alirannya

Semua tatapan akan dijatuhkan ke Bumi

Mengiringi ke fasihan membaca isyarat Hati

Air mata pengurai duka

Memecah timbunan kekecewaan

Lalu memadamkannya sedikit demi sedikit

Melupakannya tanpa jejak dalam ingatan

Dia mampu meleyapkan sehelai halaman kenangan

Menghanyutkan ke perut Bumi terdalam

Dia mampu meringankan selaksa beban menghimpit

Mengalirinya hingga ketepian rahmat Ilahi

Dan bila air mata keluar dari persembunyiannya

Hati manakah yang tak mengiringi penderitaannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar