satu tahun, bukan waktu yang lama untuk saling mengenal, tapi aku percaya, satu tahun mungkin sudah menjadikan kita saling memahami, mencoba mengerti sejenak, untuk kesampingkan ego kita
masalah demi masalah datang silih berganti padaku, lelaki berumur 22 tahun, belum matang memang... tapi aku rasa cukuplah untuk bertahan dihidupku yang keras ini....
aku bersyukur kepadamu tuhanku.... Engkau pertemukan aku dengan dia, wanita pengobat luka, luka akan sakitnya pisau cinta yang pernah ditancapkan oleh sebuah kisah dimasa lalu,wanita yang slalu tersenyum saat aku mengeluh, tanpa kusadari dialah sumber semangatku kini... sungguh tuhanku, aku mencintainya....
tapi kini keadaan berbeda kurasa, semakin hari cintaku tumbuh subur... saat aku menahan sendiri diterpa dan luka oleh senja
matahari pagiku... aku dilanda rasa khawatir kehilangan, karna akhirnya aku menemukanmu...
sebuah keberuntungan, tapi aku takut, kau berhenti memilikiku,,, hingga nanti kau sematkan luka kedua kalinya untukku
kejadian malam itu sadarkan aku, sewaktu waktu aku bisa kehilanganmu..
apa yang harus kulakukan>
perasaanku kini kucoba membatasinya, menjadikan tembok jarak antara kita
kumohon tenangkan aku... karena aku kini seperti padang pasir yang membutuhkan setetes air penyejuk diantara gersangnya
yakinkan jika kaulah nanti yang pantas menjadi istriku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar