Kamis, 12 November 2009


Jalan hidup menghampirimu dalam harapan dan impian ketika kamu masih kanak-kanak. Jalan hidup membisikkan namamu ketika kamu bertanya-tanya mengapa kamu di lahirkan. Kemudian dengan polosnya, Jalan Hidup memanggilmu ke tempat yang dalam ketika kamu mendengar dukunganNYA menggelegar dengan keras dan jelas
Ketika ituah kamu tau. Tidaklah menjadi masalah apa rintangan yang akan kamu hadapi sepanjang perjalanan. Tidak jadi masalah kondisi apa yang mencoba mencegahmu untuk percaya. Tidak menjadi masalah jika orang lain percaya. Kamu menyadari bahwa Tuhan punya tujuan untuk hidupmu, bahwa dengan DIA diatasmu, kamu akan mampu membuat perbedaan.
Jalan hidup Yusuf membawa dia dari gubuk ke istana. Sarah mengamdung dan melahirkan seorang pemimpin ketika dia telah melewati usia normal untuk mengandung seorang bayi. Untuk keluarganya, Daud adalah seorang anak laki-laki penggembala, tapi Tuhan tahu bahwa dia ditakdirkan untuk menjadi raja.
Dari pengamatan yang menarik seorang anak dari bangunan terbakar menjadi seorang pahlawan seperti g uru, astronot, dokter, perawat, peserta olympiade, atau iburumah tangga yang membuat tempat berlindung bagi orang yang dia cintai, jalan hidup kita di penuhi dengan banyak cara di dalam masa kehidupan kita.
Tidak ada sebuah kesalahan. Malaikat menari pada hari kamu di lahirkan. Kamu ada dalam rencana Tuhan sebelum bumi di ciptakan. Dia merencanakan tahun, bulan, hari dan setiap waktu dimana kamu akan membuat pintu masuk unik ke dalam dunia ini.
Kamu adalah ciptaan Tuhan yang unik. Tuhan menyalakan obor dan mempersenjataimu dengan segala yang di butuhkan untuk berlari di perlombaan. Larilah untuk mendapatkan emas. Capailah jalan hidupmu. Suatu hari, DIA akan membagikan medali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar